• PT Berdikari (Persero) Jl.Medan Merdeka Barat No.1 Jakarta Pusat.
  • Email: info@berdikari-persero.com
  • Telp.: (021) 3459955

Berita

Daging Sapi Dibayangi Defisit Pasokan

BISNIS INDONESIA - Dalam prognosis sementara kebutuhan dan produksi daging yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), neraca daging sapi atau kerbau diperkirakan defisit 57.762 ton pada periode Oktober - Desember 2019 dengan kebutuhan mencapai 164.159 ton dan ketersediaan sapi lokal 106.397 ton.

Kebutuhan tersebut bakal dipenuhi lewat pengadaan daging yang berasal dari stok sapi bakalan di pelaku usaha penggemukan (feed- lotter) dan importasi daging beku oleh BUMN. Berdasarkan data yang yang diterima Bisnis, stok sapi bakalan per 8 Oktober 2019 tercatat berjumlah 206.855 ekor dengan kebutuhan sebanyak 179.964 ekor yang setara dengan 35.984 ton daging.

Selain itu, terdapat pula 6.774 ton stok daging sapi di gudang importir per 12 September serta 362,5 ton stok daging kerbau di Bulog per 30 September 2019 ditambah 475 ton jeroan. Adapun perusahaan pelat merah sektor peternakan, PT Berdikari (Persero), bakal merealisasikan pemasukan daging sapi asal Brasil dalam waktu dekat. Direktur Utama Berdikari Eko Taufik Wibowo memperkirakan pemasukan daging asal Brasil dengan volume 3.000 ton sampai pekan ketiga Desember dapat menutup defisit dan bisa meredam fluktuasi harga sampai Desember.

"Saya kira volume 3.000 ton ini cukup untuk cover gejolak sampai Desember," kata Eko kepada Bisnis, Senin (28/10)

Dia mengukapkan pihaknya telah merampungkan proses negosiasi dengan pemasokan dan distributor. Selain itu, proses pengirimanpun tengah dipersiapkan untuk pengapalan pada November. Pengapalan pertama sekitar 280 ton diperkirakan mulai bekerja pekan depan dengan jadwal tiba pada awal Desember 2019.

Proses pemasaranpun bakal segera dikoordinasikan dengan distributor yang bermitra dengan berdikari. Untuk importasi daging kerbau sebanyak 20.000 ton pada 2018 lalu, misalnya  berdikari menggandeng 13 distributor untuk menunjang proses pemasarannya. Setelah pemasukan langsung dikoordinasikan dengan dsitributor, tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk memberi kuota import sapi asal Brasil sebanyak 50.000 ton. Perum Bulog memperoleh kuota 30.000 ton dan masing-masing 10.000 ton untuk Berdikari serta PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

Pihak Berdikari telah menyediakan modal sekitar Rp. 600 Milliar untuk pengadaan sapi asal Brasil tersebut. Meski harganya cenderung lebih tinggi dari daging kerbau asal india, Eko optimis masyarakat tetap berminat mengkonsumsi daging asal Brasil dengan harga pasaran sebesar Rp.80.000 per Kg.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk memberi kuota import sapi asal Brasil sebanyak 50.000 ton. Perum Bulog memperoleh kuota 30.000 ton dan masing-masing 10.000 ton untuk Berdikari serta PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

Pihak Berdikari telah menyediakan modal sekitar Rp. 600 Milliar untuk pengadaan sapi asal Brasil tersebut. Meski harganya cenderung lebih tinggi dari daging kerbau asal india, Eko optimis masyarakat tetap berminat mengkonsumsi daging asal Brasil dengan harga pasaran sebesar Rp.80.000 per Kg.

Di sisi lain,  jika Bulog merealisasikan pemasukan sisa kuota  daging kerbau  pada November - Desember sebanyak  12.545 ton. Tambahan  pasokan daging diperkirakan mencapai 56.140  ton  sehingga defisit bisa  di- tekan  menjadi  1.621  ton. Sekretaris Perusahaan Perum Badan Urusan  Logistik  (Bulog)  Awalud- din Iqbal Awaluddin mengatakan realisasi  pemasukan sampai  akhir tahun akan sangat bergantung pada kebutuhan mendatang. Adapun realisasi impor daging kerbau India oleh Bulog per 28 Oktober 2019 baru  mencapai  55%  dari total kuota  sebesar  100.000  ton.

Sumber,

Selasa, 29 Oktober 2019

BISNIS INDONESIA