• PT Berdikari (Persero) Jl.Medan Merdeka Barat No.1 Jakarta Pusat.
  • Email: info@berdikari-persero.com
  • Telp.: (021) 3459955

Berita

Millennials Go To Tanjung Burung : Edukasi Peternakan dan Perbaiki Ekosistem Lingkungan

Adanya program millennials di Desa Tanjung Burung bukan tanpa alasan, desa ini merupakan desa yang terletak di Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, berdekatan dengan Sungai Cisadane. Lokasi tersebut rupanya tidak terlalu menguntungkan bagi masyarakat Desa Tanjung Burung karena sungai tersebut merupakan tempat bermuaranya sampah rumah tangga maupun limbah pabrik. “Akibatnya lingkungan tercemar dan menimbulkan bau yang tidak sedap serta berdampak terhadap rentannya warga terkena penyakit” ujar Frida.

 

Frida juga mengatakan melalui program millennials Go To Tanjung Burung ini diharapkan dapat membantu masyarakat di sana agar bisa menjadi lebih baik melalui perbaikan ekosistem lingkungan dan edukasi peternakan untuk memberikan pemahaman serta kemampuan masyarakat Desa Tanjung Burung khususnya di bidang peternakan ayam. “Sebetulnya di Desa Tanjung Burung ini sudah ada program untuk penanggulangan sampah dan pelestarian alam, yaitu Tanam Mangrove/Bakau, yang sudah dijalankan oleh Remaja Tabur Mangrove, namun belum terlalu di kenal”. Frida merasa tidak hanya tanam mangrove yang bisa dikembangkan tetapi juga desa tersebut mempunyai potensi untuk dijadikan desa peternak. Namun kendalanya terletak pada kurangnya pemahaman masyarakat untuk beternak sesuai dengan standar yang ada.“Sebagai BUMN Peternakan, ini adalah tugas kami untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peternakan yang sesuai standar”.


Kegiatan dalam Program Millennials Go To Tanjung Burung ini meliputi :

Edukasi peternakan ini melibatkan ratusan masyarakat dan peternak rakyat yang ada di Desa Tanjung Burung, tampak hadir juga Direktur Utama         PT Berdikari (Persero), Pejabat Eksekutif PT Berdikari (Persero), Kelompok Stacia Hijau (KSH) dan Remaja Tabur Mangrove. Edukasi peternakan ini berisikan pemahaman masyarakat tentang tata cara beternak, pemberian pakan, merawat dan memelihara hewan ternak, khususnya ayam. “Melalui program edukasi peternakan, diharapkan warga Desa Tanjung Burung mendapatkan ilmu dan pemahaman baru yang bermanfaat, khususnya di bidang peternakan ayam sehingga mereka dapat mengetahui bagaimana cara beternak yang sesuai standar sehingga diharapkan ke depannya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat” ujar Frida.

Saat hujan turun, Sungai Cisadane meluap hingga menimbulkan banjir di sekitar basecamp dan mushala Remaja Tabur Mangrove. Sehingga beberapa kali basecamp tersebut harus direnovasi. Selain itu, di wilayah tabur mangrove, yang lumayan jauh dari lokasi basecamp belum ada sarana MCK, sehingga ketika ada pengunjung yang ingin buang air kecil harus mencari tempat yang aman. Berkaitan dengan hal tersebut, Frida menganggap perlu adanya perbaikan sarana dan prasarana di sana, baik itu mushala ataupun MCK agar membuat para pengunjung merasa nyaman. 

Frida berharap melalui penanaman mangrove ini millennials PT Berdikari (Persero) bisa lebih peduli untuk menjaga kelestarian alam, “karena dengan menabur dan menanam bibit mangrove secara langsung bisa menumbuhkan rasa kepedulian bahwa untuk melestarikan alam dibutuhkan pengorbanan dan proses”. Selain itu, Frida menginginkan ke depannya ada BUMN lain yang mau bergabung atau Sinergi BUMN untuk menanam mangrove di Desa Tanjung Burung. “PT Berdikari (Persero) yang memulai, selanjutnya  kami Sinergi dengan BUMN lain, agar peran BUMN hadir untuk negeri bisa dirasakan oleh semua kalangan”.

Millennials PT Berdikari (Persero) membuat pulau mangrove di Desa Tanjung Burung dengan menggunakan sampah sebagai pondasi pulau. Di sisi pulau ditanam bibit mangrove, sedangkan di tengah pulau ditabur benih Bandeng sebanyak 1.000 ekor. “Bibit Bandeng ini nanti bisa dijadikan sebagai mata pencaharian tambahan warga Desa Tanjung Burung” ujar Frida. Ketika ada pengunjung untuk menanam mangrove, pengunjung tersebut dapat membawa oleh-oleh dengan memancing dan membeli ikan bandeng sesuai dengan berat yang didapatnya.

Direktur Utama PT Berdikari (Persero), Eko Taufik Wibowo mendukung serta mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para millennials “Saya beri keleluasaan kepada millennials PT Berdikari (Persero) untuk berkreasi sekreatif mungkin dan tentunya harus mempunyai manfaat, tidak hanya untuk mereka sendiri tetapi untuk masyarakat juga” ujarnya saat ditemui di Desa Tanjung Burung. Eko menuturkan millennials ini harus didukung kreativitasnya agar ide dan gagasan cemerlang dari para millennials bisa terus memberikan kebaikan. Eko juga berharap kegiatan millennials PT Berdikari (Persero) ini bisa menjadi program berkelanjutan dan terus-menerus dilakukan.

 Program inipun disambut baik dan diapresiasi oleh Kepala Desa Tanjung Burung, Idris Efendi mengatakan "Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan semua yang sudah berkenan hadir ke Desa Tanjung Burung" Ucapnya saat memberikan sambutan. Idris juga mengharapkan kerjasama Millennials Berdikari dengan RTM bisa berkelanjutan untuk penyelenggaraan program CSR.